SHINee ♡

SHINee ♡
Tampilkan postingan dengan label Fan Fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fan Fiction. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Mei 2013

[FanFic] A Girl In Love Chapter 1





Casts :

Choi Jina(G.Na),

Choi Jonghun (FT Island),

Nam Jihyun (4minute),

Park Hyungsik(Ze;a)

Supporting Casts :

Choi Junhee(Juniel),

Lee Hongki (FT Island),

Yoon Doo Joon (Beast),

dan beberapa tambahan casts seiring berjalannya ff ini ^^

Genre : Romance, Comedy

Lenght : Chaptered

Rating : PG-15

a/n : Inspired by Idol & Romantic Season 2, dimana G.Na dan Jonghun sempat menjadi pasangan. Karena kecewa dengan ending-nya, makanya terlahirlah(?) fiction ini. Happy Reading…


*****

Jam sudah menunjukkan lewat tengah malam. Jalanan sudah mulai sepi dan lampu-lampu rumah sudah mulai padam. Malam ini terasa sangat sunyi, hanya terdengar suara angin dan beberapa anjing yang melolong. Namun kesunyian itu tidak berlangsung lama sampai akhirnya-

“HEEEEE?? KENCAN BUTAAA?!” jerit seorang yeoja berambut cokelat panjang dengan mata dan mulut yang terbuka lebar. Dalam sekejap tingkah laku Jina—panggil saja namanya— berubah drastis, lebih tepatnya menjadi salah tingkah mendengar ajakan itu. Terlebih lagi, sudah lama ia tidak melakukan hal seperti berkencan atau jalan dengan namja lain berduaan.

“Ne~ Eonni. Kencan buta.. Otte?” sahut Jihyun, sahabat Jina yang 2 tahun lebih muda darinya.

“Ottoke Jihyun-ah…Aku sudah lama tidak berkencan. Ahh..Membayangkannya saja aku sudah sangat malu..” wajah Jina berubah menjadi merah dalam seketika. Gadis itu langsung memegangi kedua pipinya.

“Aiyoo..Dasar Eonni. Diam-diam mendambakan cinta juga rupanya.”ledek Jihyun sambil terkekeh melihat tingkah laku Eonni-nya yang sangat kekanak-kanakan itu.

“Hm..Lalu, lalu? Aku pergi menemuinya sendiri? Dimana? Jam berapa?” Jina langsung menghujaninya dengan pertanyaan. Yah…Setidaknya ia pikir, Jihyun lebih berpengalaman dalam hal ‘berkencan’.

“Eonni bukan anak TK berumur 5 tahun yang kemana-mana harus dianter kaaan?” canda Jihyun. “Besok, di tempat ini jam 5 sore…” tambahnya seraya menyodorkan selembar kertas kearah Jina.

Hening—

Jina hanya memandangi kertas itu. Sebenarnya ia ragu, apakah harus pergi atau tidak. Terlebih lagi, ia harus bertemu dengan ‘pasangan’nya sendirian.

“Pokoknya besok jam 5 sore Eonni ketemu sama orangnya dulu disana. Nanti, aku sama Hyungsikkie menyusul. Kita janjian di kafe atau dimana, ok?” Jihyun beranjak dari kursinya dan mengambil boneka lumba-lumba miliknya yang selalu dibawanya kemana-mana.

“Aku pulang dulu Eon. Jangan lupa besok jam 5..”tambah Jihyun, seraya mengintip dari balik pintu.

“Sepertinya aku tidak bisa tidur malam ini..” gumam Jina pelan.

Setelah Jihyun menghilang dari kamarnya, gadis itu langsung membuka lebar lemari bajunya dan mengambil beberapa pakaian yang akan dipakainya besok.

“What if when I say I love you, you said you hate me? Should I say I like you? Because you’re only one?”

Gadis itu bernyanyi sambil mencocokkan bajunya didepan kaca. Walaupun hari semakin larut, tapi ia masih sangat bersemangat.

*****



“Jeongmal-yo? Gomawo Hyung-nim…” seorang namja dengan wajah sumringah seperti mendengar sesuatu yang sangat bahagia. Namja itu tidak henti-hentinya tersenyum menatap orang yang berada di hadapannya.

“Singkirkan wajah menjijikan itu Hongki-ya. Itu membuatku geli…”

Namja itu menepis wajah Hongki dan duduk di sofa yang ada didekat mereka. Hongki membututinya dan duduk disampingnya.

“Entah bagaimana aku harus berterimakasih padamu hyung-nim. Besok aku ada acara di Namsan dan aku lupa ada janji. Benar tidak apa-apa hyung-nim menggantikanku besok?” ujar Hongki sambil menatap wajah Jonghun.

“Aisssh.. Itu sudah ke-3 kalinya kamu bertanya padaku. Kalau kamu bertanya lagi, aku tidak akan mau menggantikanmu besok.”

“A-Andwe hyung-nim.. Aku benar-benar mati kalau aku tidak menepati janjiku.” Timpal Hongki.

“Ah! Sebagai pengganti diriku, jangan lupa membawakan bunga kesukaannya. Ok? Aku bergantung padamu Hyung-nim..”

“Arasseo..Arasseo. Besok jam 5 sore, kan?” Jonghun memotong ucapan Hongki sebelum namja itu berbicara semakin banyak dan malah membuatnya sakit kepala karena harus mendengar ocehannya yang tidak ada hentinya itu.

“Dan berhentilah memanggilku hyung-nim. Sejak kapan kamu begitu sopan denganku…” tambahnya, sebelum ia memasuki kamarnya.

“Hyung-nim…Jangan lupa..Bawakan bunga..Arasseo?” bisik Hongki dari depan pintu kamar Jonghun.

Jonghun tidak menggubris perkataan Hongki dan langsung memakai headphone-nya mendengarkan beberapa lagu Eric clapton kesukaannya. Namja itu merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya. Menatap sebuah foto yang berada di samping tempat tidurnya. Setelah menatapnya beberapa lama, ia lalu menaruh foto itu kedalam laci.



*****



Jihyun memainkan bibirnya sambil menatap jam yang berada dihadapannya. Sudah 15 menit gadis itu menunggu. Sesekali ia melirik kearah antrian dan membalas lambaian dari seseorang. Tiba-tiba saja ponselnya berdering. Baru setengah jam yang lalu mereka berpisah, tapi Jina sudah meneleponnya kembali.

“Yeobbosse…”

“A~aaaa..Jihyun-aaaaaaaah.. Ottokeee? Jantungku seakan-akan ingin meledak.” Jerit Jina dari dalam telepon. Jihyun langsung menjauhkan ponsel dari telinganya.

“Eonni-ya, kamu sudah sampai?”tanya Jihyun setelah Jina berhenti dengan kehebohannya.

“Ne~ee.. Tapi aku belum bertemu dengannya. Wajahnya saja aku tidak tahu…” Jawab Jina.

“Ah…Begitu. coba saja eonni cari kira-kira namja yang terlihat sedang menunggu..” ujar Jihyun. “Eonni, aku masih dijalan. Nanti aku telepon kalo sudah sampai di tempat perjanjian. Pokoknya Eonni bersenang-senang saja dulu. Arasseo?” Jihyun cepat-cepat menutup teleponnya ketika melihat seseorang yang ditunggunya sedang berjalan kearahnya dengan dua gelas kopi ditangannya.

“Gomawo Hyungsikkie…”ucap Jihyun serasa mengambil segelas kopi dari tangan Hyungsik. Namja itu tersenyum kearahnya.

“Bagaimana Jina nuuna?Apa sudah bertemu dengan DooJoon hyung?”tanya Hyungsik sambil menarik kursi di samping Jihyun dan meminum kopinya.

“Hmm..Seharusnya mereka sudah bertemu sekarang.”sahut Jihyun.

“Aku tidak bisa membayangkan wajah Jina nuuna sekarang. Pasti dia sangat gugup. Ingat terakhir kali kita mempertemukannya dengan Junhyung hyung? Dia tidak berhenti memegangi pipinya.”kata Hyungsik sambil tertawa kecil.

Jihyun meneguk kopinya dan memandang wajah Hyungsik yang terlihat sangat senang.

“Benar juga. Bagaimana kalau kita bertemu mereka sekarang? Sebenarnya Jina nuuna meminta ku menemaninya berkencan. Yang benar saja masa aku disuruh nontonin orang pacaran.” ujar Jihyun.

“Sepertinya menarik. Dimana kamu berencana bertemu mereka, nuuna?”sahut Hyungsik.

*****

“Jadi aku harus naik keatas untuk bertemu orang itu?”

Jina tidak henti-hentinya berbicara dengan dirinya sendiri. Sesekali ia melihat bayangan dirinya di cermin dan merapihkan dandanannya. Setelah menarik napas panjang, akhirnya ia memutuskan untuk menemui sang ‘pangeran’ diatas sana.

“Sepertinya aku salah pakai sepatu..”gumam Jina. Ia merasakan kakinya mulai sakit ketika sedang menaiki tangga. Gadis itu memaksakan kakinya dan tetap naik keatas.

“I think this will be an okay fate..do you feel what I feel too..I feel like you know me already… Nananana…”Jina mencoba bernyanyi untuk menghilangkan rasa gugupnya. Ia bahkan lupa rasa sakit kakinya karena ia bertambah gugup sekarang. Ia sudah hampir sampai di puncak.

Seorang namja dengan sebuket bunga mawar merah ditangan adalah pemandangan pertama yang di lihat Jina sesampainya di puncak. Gadis itu langsung melangkahkan kakinya kearah orang itu walaupun ia tidak yakin kalau benar itu orangnya.

“hum…” Jina memulai pembicaraan. Namja itu menoleh kearahnya.

“Ah..Kau sudah datang. Aku sudah lama menunggu…” sambutnya sambil tersenyum. Jina membalas senyumnya.setidaknya ia sudah bisa bernapas lega karena sudah bertemu dengan orang itu sekarang.

“Gomawo…” ucap Jina, wajahnya bersemu merah ketika namja itu memberikan bunga-bunga itu kepadanya. “Sebenarnya kamu tidak perlu repot membawakanku bunga segala…”

“Tidak apa-apa. Hongki berpesan padaku supaya memberikan ini padamu supaya kamu tidak marah padanya…”sahutnya santai.

“Ah…Begitu..”ucap Jina. Dalam pikirannya bertanya-tanya siapa itu Hongki? Apa ia pernah mendengar nama itu sebelumnya?.

“Sebelum mengantarmu pulang, hmm…bagaimana kalau kita makan dulu? Jujur saja aku belum makan hari ini karena ada pekerjaan di kafe Deja Vu tadi pagi..”ajaknya seraya menarik tangan Jina ke sebuah restoran yang berada di ujung jalan.

“Maaf tapi aku belum tahu namamu…” ucap Jina ragu-ragu. Ia memang belum sempat menanyakan nama orang itu, terlebih lagi Jihyun juga tidak memberin tahu sama sekali info mengenai orang yang akan ditemuinya sore ini.

“Oh benar juga. Ini pertama kalinya kita bertemu. Aku Jonghun..Choi Jonghun.”timpal namja itu sambil mengulurkan tangannya.

“Ah..Jonghun-ssi. Namaku Choi Jina…” Jina membalas uluran tangannya.

“Nah..Jina-ssi, bagaimana kalau kita makan sekarang?”tanya Jonghun, Jina mengangguk setuju. Kakinya masih terasa sakit untuk berdiri atau berjalan. Setidaknya sekarang ia bisa mengistirahatkan kakinya sebentar. Mereka akhirnya memasuki sebuah restoran yang cukup ramai. Kebanyakan pengunjung restoran itu adalah pasangan. Tidak heran, mereka bertemu di tempat cukup tenar untuk berkencan. Jonghun celingukan mencari kursi untuk mereka. Ia menarik tangan Jina ketika melihat sebuah bangku kosong di pojok restoran.

“Ah..Untung masih dapat tempat.”ucap Jonghun lega sambil menarik kursi yang berseberangan dengan Jina. Gadis itu hanya tersenyum menatap Jonghun.

Seorang pelayan datang menghampiri mereka dan mengisi gelas mereka dengan air dan menawarkan pesanan.

“Jina-ssi. Mau pesan apa?”tanya Jonghun. Jina tersadar dari lamunannya.

“Terserah kamu saja. Aku makan apapun..”jawab Jina.

“Aku pergi ke kamar mandi sebentar.. Tolong pesankan punyaku ya…” tambahnya lalu beranjak dari kursinya dan mencari-cari kamar mandi.

“Jina pabo! Mengapa kamu malah diam seribu bahasa didepannya? Bukankah kamu sudah berlatih semalaman?”

Jina langsung meledak ketika ia masuk kedalam kamar mandi. Beberapa orang yang ada di toilet melihatnya dengan tatapan heran dan aneh. Iapun merasa malu dan berpura-pura mencuci tangannya di wastafel. Ia menarik napas panjang.

“Yak.. Choi Jina. Ini kesempatan baik bagimu. Ayo berusaha..” gumamnya dalam hati. Iapun berjalan kearah namja yang sudah menunggunya.

“Maaf menunggu lama…”ucap Jina sambil duduk kembali di kursinya.

“Gwenchana..”sahutnya.

Ponsel Jina tiba-tiba berdering. Dia merogoh kantongnya. Rupanya Jihyun yang meneleponnya kali ini.

“Eonni-ya oddisseo? Aku sudah bertemu dengan DooJoon oppa tapi ia malah bilang belum bertemu denganmu?” tanya Jihyun panik dari seberang telepon. Jina terkejut mendengarnya. Jika orang yang dimaksudkan untuk kencan buta dengannya bukan namja yang dihadapannya lalu ia berhadapan dengan siapa? Dan makan malam? Omo! Jina kau benar-benar bodoh!

“Waeyo?Wajahmu terlihat tidak sehat. Apa kamu sakit?”tanya Jonghun penasaran, Jina langsung menutup teleponnya.

“A..Aniyo. aku ada urusan mendadak..Sepertinya aku harus pulang sekarang.”jawab Jina sambil menyambar tas dan berlari keluar.

“Eung? Kenapa gadis itu?”gumam Jonghun bertanya-tanya. “Ah..Dia melupakan ini…”tambahnya kemudian mengambil buket bunga itu dan menyusulnya keluar.

“Aiissh..Jina kamu benar-benar bodooohh!Seharusnya kamu bertanya dulu apa dia orang yang di maksud Jihyun. Bukannya malah langsung terpesona melihat wajahnya. Ack!” heels sepatu Jina patah ketika ia berjalan dengan terburu-buru. Jina duduk di trotoar jalan dan melepas sepatunya.

“Ah..Sejak kapan ini menjadi sangat bengkak?”gerutunya sambil memijat-mijat kakinya.

“Kamu meninggalkan sesuatu…” Jina mendongakkan kepalanya melihat seseorang yang berbicara dengannya..

“Ah..Jonghun-ssi. Sepertinya bunga itu bukan untukku..”ucap Jina sambil tersenyum kearahnya. “Mian..Aku seharusnya bertanya dulu.” Tambahnya.

“Aniya..Sebenarnya aku sudah mengetahuinya sejak awal. Sebenarnya hari ini aku harus menjemput adikku. Karena seseorang saja aku ada disini.” Timpal Jonghun. “seharusnya aku yang meminta maaf karena aku yang menarikmu duluan..”

Jina terdiam menatap wajah orang itu.

“Sepertinya kamu tidak dapat berjalan dengan kaki seperti itu…Terlebih dengan sepatu seperti itu..”ucap Jonghun sambil menunjuk kearah kaki kiri Jina yang cukup bengkak.

“Yah kurasa aku hanya akan berjalan tanpa sepatu. Lagipula rumahku tidak begitu jauh dari sini.”timpal Jina sambil berusaha berdiri.

“Kamu tahu.. Sepatu merupakan kebanggaan dan harga diri wanita Korea. Bagaimana kamu berjalan seperti itu?”kata Jonghun, menarik tangan Jina dan berdiri disampingnya. “Pakailah…” namja itu membuka sepatu kets-nya dan meletakannya di depan kaki Jina.

“Aniyo..Aku benar tidak apa-apa. Kamu tidak perlu memberikan sepatumu untukku.”tolak Jina.

“Mungkin ini sedikit bau, tapi setidaknya kamu tidak perlu berjalan kaki tanpa alas.”timpal Jonghun. Jina akhirnya memutuskan untuk memakai sepatu nya.

“Gomawo..” ucap Jina pelan. Sekilas ia melihat Jonghun tersenyum kearahnya.

“Apa mau ku beri tumpangan sampai kerumahmu? Sepertinya kakimu semakin membengkak…”

“Ti..tidak perlu..Kamu sudah harus berjalan tanpa alas kaki, aku tidak mau kamu harus memberikanku tumpangan untuk pulang. Rumahku berada di dekat sini…” tolak Jina tegas.

“Ah..Baiklah aku tidak akan memaksa. Malam ini sebenarnya aku ada acara manggung di kafe X. Tapi benar tidak apa-apa kalau kamu tidak kuantar?”

Jina mengangguk mantap.

“Tidak perlu repot-repot mengantarku pulang segala. Kamu bisa terlambat dengan acaramu. Baiklah aku pergi dulu…Terimakasih untuk semuanya.”

“Ne..Hari ini sangat menyenangkan walaupun hanya sebentar…”ujar Jonghun. “Aku harap kita bisa bertemu lagi…”

Wajah Jina langsung berubah menjadi sangat merah. Gadis itu mencoba menyembunyikan wajahnya dan mempercepat langkahnya. Ia menoleh kebelakang. Dilihatnya namja itu sedang tersenyum kearahnya.

“Ah..Hari ini benar-benar panas…”gumam Jina. Rasa sakit di kakinya seakan-akan hilang begitu saja dan ia berjalan dengan semakin cepat.



To Be Continued…


a/n : maaf ya kalo ff-nya masih acak-acakkan. authornya masih newbie jadi masih perlu banyak dukungan, kritik dan saran. don’t be silent reader. leave a comment, juseyo!

Sabtu, 25 Desember 2010

FF SHINee


author : jinnienuuna a.k.a me
tittle : tell me your love
genre : romance
cast :
Kim Hyuna as You
Lee Jinki as Onew
Kim Kibum as Key
Choi Minho as Minho
Lee Taemin as Taemin
Kim Jonghyun as Hyuna Brother

"Oppaa.. benarkah hari ini SHINee akan mampir kerumah kita??"tanyaku bersemangat, sambil menarik" baju Jjong dan mengganggunya yang sedang asik membaca.
"Ne.. Tapi kamu dilarang ganggu. Paham??"sahut Jonghyun kemudian menutup buku yang dibacanya.
"aah..oppa kamu pelit sekali.aku kan ingin ikutan gabung sama kalian..aku janji aku tidak akan ribut."rayu ku sambil mengeluarkan jurus 'puppy eyes'ku yang bsa membuat jjong oppa luluh.
"aish..baiklah,baiklah.ingat.jangan berisik."ujar jjong sedikit terpaksa
"Arasso.. Tapi kenalkan aku sama Key oppa ya ya ya?"tambahku dengan nada memohon
"Iya iya, adikku manis.. Aigo~ aku tidak mengerti kenapa kamu bisa suka sama Kibum. kakakmu inikan juga SHINee, tp kamu malah mengkoleksi banyak poster dan fotonya dia."sungut jjong.
"wajar dong oppa, masa aku naksir sama kakakku sendiri?"timpalku sambil cengar-cengir.
"baiklah,baiklah.tapi aku tidak mau bantu apa-apa lagi selain mengenalkan kalian berdua.arasso?"ujar jjong.
"ne ! gomawo oppa.muuaah."aku langsung nyosor pipi jjong yang lembut saking senangnya.jjong hanya geleng2 melihat tingkahku.
Ting nong..
"Annyeoong."ujar seorang namja bertubuh kecil dan berwajah imut penuh semangat, siapa lagi kalau bukan Taemin.
"aah..kalian sudah datang."jjong menyambut mreka dngan hangat.aku hanya brdiri dipojokan menatap lurus kearah jjong,mulutku manyun dan komat kamit kesal karna jjong belum mengenalkan aku pada mereka,khususnya sama Key.
"Aah..kau pasti Hyuna ya."ujar Taemin ketika melihat kearahku. Aku terkejut karena dia mengetahui namaku.
"ne..bgaimana kau bisa tahu?"tanyaku malu-malu
"hyung sering cerita tentangmu dngan kami.aah,ternyata kamu lebih manis dari yang di foto."sahut minho,membuatku tambah malu
"yaa, Kim hyuna mau sampai kapan kamu dipojokan?tidak mau berkenalan dengan teman-teman kka?"tanya jjong, aku pun mendekati mreka dngan malu".
"annyeong, hyuna imnida."ujarku memberi salam.
"annyeong.."sahut semuanya,kecuali namja yang sedang mndengarkan lagu dengan headsetnya. Key.
"yaa, kibum !"onew menyenggol tangan key.lalu key membuka headsetnya.
"aah.annyeong."ujar key memberi salam.napasku terasa terhenti ketika dia tersenyum ramah kepadaku.
"nah,sudah selesaikan kenalannya?ayo hyung kita kekamarku."ujar jjong, aku langsung cemberut mendengarnya.jjong hanya tersenyum melihat kearahku
"Hyuna tolong buatkan minum sama bawakan makanan ke kamar kakak yah."tambah jjong,akupun hanya menurut dengan kakak semata wayangku itu.lalu ngeloyor kedapur.
"aigoo~knpa berat sekali."gumamku sambil berusaha membawa nampan besar yg tidak sebanding dengan badanku yang kecil.
Tiba-tiba jalanku terhalangi oleh seseorang yang brtubuh tinggi besar dan langsung membawakan nampanku.
"gomawo minho~ah."ujarku. Minho hanya tersenyum.
sepanjang jalan menuju kamar jjong rasanya sunyi sekali.minho tidak banyak bicara.
"Umm..apa yang kalian lakukan didalam?"tanyaku mencari topik.Minho tersenyum mendengarnya.
"aah..itu..sedang mempersiapkan acara untuk tahun baru."ujar minho.
"benarkah?aigoo~sepertinya tahun baru ini aku harus  sendri lagi."gumamku, tapi terdengar oleh minho
"ani..kami tidak ada jadwal tahun baru ini.jadi kami memutuskan untuk merayakannya bersama.hanya membincangkan mencari tempat yang bagus . dan kaupun harus ikut"ujar minho.
"mwo?aku juga ikut?"tanyaku kaget sekaligus senang.
"ne..ini rencana jjong karna dia merasa bersalah tidak bisa menemanimu setiap saat.malam tahun baru kemarin juga tidak merayakan bersamamu karena SHINee ada jadwal.jadi dia ingin mngajakmu juga."jelas minho.
"aah..oppaku baik sekali."ujarku dlm hati dan memuji-muji kebaikan jjong.
"apa kalian tidak keberatan aku ikut bergabung?"tanyaku ragu.
"anii..mana mungkin kami keberatan.kau adiknya jjong, berarti adik kami juga."sahut minho.aku tersenyum mendengarnya
"hei,kau jngan bilang aku mmbritahu hal ini.krna jjong bilang,ini rahasia."
"ne..tenang saja"sahutku senang.

========


"aigoo~ oppa kmana sh.katanya pulang syuting mau jemput.tau bgini lbh baik pulang bareng yuri dan jia."gerutu ku kesal.
"annyeong.."sebuah tangan menepuk bahuku.suaranya tdk asing lagi ditelingaku. Dia menutupi wajahnya dngan helm,tp aku tau persis suaranya.
"Key? Sedang apa kau disini?"tanyaku kaget sekaligus senang.
"jjong hyung menyuruhku untuk menjemputmu.karna dia msh ada urusan ditempat syuting.inipun kami sedang istirahat."jawab key.
"sepertinya aku hrus brterima kasih sama jjong." batinku.
"ayo naik.."ajak key sambil memberikan helm padaku.
"tidak ada yg mengenaliku kan?" tanya key. "aku takut nanti ada wartawan yang menangkap ku sedang berduaan sama anak kecil."candanya
"tentu saja. kau seperti power ranger !"balasku sambil menertawakannya.
key cemberut.aku malah tertawa tambah keras.


========


Belakangan aku menghabiskan waktu bersama shinee. Akupun sudah dekat dengan semuanya. Termasuk dengan key. Tanpa sepengetahuan jjong,akupun sering pergi keluar dengannya. Aah~ sungguh beruntungnya aku
"Mau kmana kita oppa?"tanyaku ktika jjong mengajakku untuk keluar.
"belanja.kau suka belanja kan?ayo aku traktir.skalian aku ingin belanja untuk keperluan tahun baru."jawab jjong sambil memakai syalnya.
"asikk..ayo ayo.aku sudah siap"aku menarik2 tangan jjong, shngga jjong kesulitan memakai syalnya.
"arasso,arasso.tp kau tnang sdkit."ujar jjong.aku mnurut.jjong mengambil topi dan kunci mobilnya.lalu kami meluncur kesebuah mall di Seoul.

"oppa.lihat! boneka2 ini seperti kostum kalian di helo baby!"ujarku mengambil boneka macan berwarna kuning, seperti kostum milik jjong waktu itu.
"kau mau beli?"tanya jjong, aku mengangguk.
"macan ini untukmu, ayam untuk taemin oppa, sapi untuk onew oppa, kodok untuk minho oppa,dan rubah ini untuk KEY!"ujarku brsemangat lalu membawa bneka2 itu ke kasir.
"aah~ kau bnar2 suka sama kibum ya?"tanya jjong ketika melihatku mengeluarkan boneka rubah dari tas belanja.
"ne.. dan kau tau?key pernah bilang kalau dia menyukaiku.tapi dia belum memintaku menjadi pacarnya.."sahutku. "apa dia sudah punya pacar?"
"molla.dia tidak pernah crita tentang hal ini."jawab jjong.
Tiba-tiba,aku melihat sosok yg tidak asing lagi bagiku sedang berjalan mesra dgn seorng wanita. Lalu,aku brlari kearahnya.Dan aku benar-benar tidak menyangka kalau apa yang kutebak itu benar.
"key?"ujarku, lalu pria itu menoleh kearahku.
"hyuna?"tanya key panik, tangannya lgsg melepaskan gnggamannya."se..sedang apa kau dsini?"
"ani..aku sedang belanja dengan jjong oppa.kalau begitu aku pamit dulu."ujarku lalu pergi meninggalkan key yang sepertinya masih ingin berbicara dengan ku.
Aku benar2 tidak percaya itu benar" key, aku berlari meninggalkannya, tanpa sengaja menabrak jjong dan membuat penyamarannya terbongkar.dngan cepat, gadis2 disekitar langsung menkerumini jjong. Aku meninggalkan jjong dan menangis sejadi"nya ditoilet umum.


========


"hey kalian berdua, mengapa diam2an?"tanya onew merasa asing dengan suasana hening.biasanya jjong dan key paling memeriahkan suasana.
"tanyakan saja padanya."jawab jjong kesal. Onew melirik kearah taemin dan minho. Namun kduanya mengangkat bahu.
"kalau ada msalah bicarakan baik2."ujar taemin mncoba mencairkan suasana.
"tidak ada masalah yang perlu dibicarakan."jawab kibum
Taemin langsung terdiam mendengar jawaban dari hyungnya itu.
"yaa,kalian berdua.kalau ada masalah cepat selesaikan.kami tidak mau kena getahnya."ujar minho kesal.
Key beranjak dari kursinya dan pergi keluar.
"aass.kalian ini benar2 tidak ada yang mau mengalah"ujar onew.jjong hanya diam.Onew, taemin dan minho tidak mau ikut campur lebih jauh, jadi mereka meninggalkan jonghyun dan lamunannya


=====


"hei.."sapa jjong ketika melihatku sedang melamun.
"aah..ada apa oppa?kau tidak ada jadwal hari ini?"tanyaku.
"ani..bagaimana perasaanmu?"
"baik.mungkin akunya saja yang terlalu GR karna key pernah bilang suka padaku."jawabku. "sudahlah lupakan.dan kau tdk blh bnci sm key.araso?"
jjong mengusap rambutku lembut.
"ne.."jawab jjong.
"nanti malam jadi barbekyu drumah?"
"jadi..cuma aku tidak tahu key datang atau tidak."sahut jjong.
"aah~ aku jadi ingin cepat2 merayakan tahun baru."ujarku smangat.
"yaa..tahun ini kita sdah mengalami bnyak hal."ujar jjong.
"tumben kau pintar."ledekku
"oppa-mu ini memang pintar.kau tdk tahu?"timpal jjong sambil mengacak" rambutku
"tidak."jjong hnya tertawa mendengarnya.
"syukurlah dia sudah ceria lagi."batin jjong.

Kibum POV

"hey kibum.."ujar seorang wanita memegang bahu key lembut
"apa?"tanya key ketus.
"sepertinya moodmu sdg tidak baik.mengapa?"
"yaa, min~ah. aku ini sudah lelah melayanimu. knpa kamu tdk melepaskanku?"ujar key menurunkan tangan wanita itu dari bahunya.
"aah,kmu bicara sprti ini apa gara" wanita yang waktu itu di mall?"tanyanya dan menarik tangan key
"ne..aku rasa aku tidak bisa terus disampingmu.aku tidak bisa terus-terusan berpura-pura mncintaimu.."ujar key melepaskan genggaman wanita itu.wanita itu menghela napas panjang.
"kibum~ah..aku benar2 membutuhkanmu.jebal.."rengek wanita itu.dan menarik baju key
"tidak bsa.mianhae.aku mencintai gadis itu."sahut key. Wanita itu lalu pergi kedapur dan mengambil sebuah pisau
"yaa kibum !"panggil wanita itu, ditangannya sudah ada pisau yang siap memotong nadinya.
"Min~ah ! apa kau sudah gila?" tanya Key terkejut setengah mati. Lalu berusaha menghentikan wanita itu.
"Ne..aku sudah gila karena aku sangat mencintaimu.."sahut wanita itu.key menggenggam pergelangan tangannya namun wanita itu memberontak
"Aw."rintih key ketika lengan key tergores pisau.
"aah Kibum. mianhae.aku tdk sngaja."ujar wanita itu.
"gwencana..tapi tolong jangan temui aku lagi."timpal key kmudian mengambil jaketnya dan pergi kerumah Hyuna.




========


5 menit sebelum tahun baru..

Aku duduk dibangku sambil melihat yang lainnya membuat barbekyu.Onew melambai-lambai kearahku dan mengajakku ikut bergabung,tapi aku hanya membalas lambaiannya.
Ketika semuanya sedang asik memanggang daging,tiba2 ada yg menarik tanganku.
"Key~ah.mau kmana?"tanyaku.key membawaku ketempat yg tidak begitu jauh dari taman.
"mianhae hyuna.."ujar key kmudian meraih kedua tnganku.
"untuk apa??ani..kau tidak salah key.aku yang salah mengartikan ucapanmu.aku yg terlalu GR dan berangan2 dengan imajinasiku sendri karena kita sangat dekat."sahutku. Key tersenyum.
"tapi ucapan waktu aku bilang suka padamu itu tidak main2 hyuna..aku benar2 menyukaimu.bukan sebagai adik,bukan sebagai teman.tapi sebagaimana seorang Kibum menyukai Hyuna.."ujar key, hatiku langsung luluh begitu mendengarnya.tapi tiba-tiba aku teringat dengan wanita itu.
"lalu?bgaimana dngan wanita itu?" tanyaku.key tersenyum lg.
"aku itu tdk ada hubungan apa2 dengan dia.dia mantanku,aku sudah lama putus dengannya, tapi dia tidak bisa melepaskanku.berkali-kali dia mengancamku untuk bunuh diri jika aku tidak memperdulikan dia.tapi sekarang aku tidak bisa membohongi diriku lagi Hyuna.aku benar2 mencintai kamu.."jelas Key, matanya seolah berkata kalau dia tulus. Akupun kehabisan kata2 dan hanya diam.
Key memelukku.
"saranghae hyuna.."bisiknya.aku langsung membalas pelukannya, tanpa sadar mengenai luka dilengannya.
"aw.."rintih key.aku bru menyadari kalau ada darah di jaketnya.
"gwencanayo key?"tanyaku panik
"ne..tidak apa2."jawab key sambil tersenyum
"tapi itu berdarah key.."ujarku cemas.key mengenggam tanganku seolah berkata dia baik2 saja.
key mendekatkan wajahnya dan brusaha menciumku.aku hanya bisa menutup mataku.namun..
DUAARR.
suara kembang api mengacaukan suasana.aku dan key sama-sama dalam posisi kikuk.
"selamat tahun baru Key !"ujarku mencairkan suasana. Key tersenyum.
"selamat tahun baru juga.."ujar Key, kali ini key berusaha menciumku lagi.
"yaa,kalian brdua sdg apa?!"tiba2 yg lainnya datang menghampiri.
"yaa kibum.kau tidak coba2 mencium adikku kan?"tanya jjong langsung menghampiri kami.key hanya nyengir.jjong langsung memelototinya.
"aah..sudah2.ayo kita makan.nanti dagingnya keburu dingin"ujarku mengalihkan pembicaraan.minho taemin dan onew hanya tertawa melihat jjong yang cmburu dengan key.

=SELAMAT TAHUN BARU=

end

Selasa, 07 Desember 2010

Because I Dont Know How To Love *Fan Fictions* part III

Tittle : Because I dont know how to love
Genre : Sad Romance
Cast
Lee JaeJin as Jaejin
Han Yuri as You
Song Seung Hyun as Seung Hyun(JJ Friend)
Choi Minhwan as Minhwan(JJ Friend)


"hari terakhir.." bathin Jaejin . Dia menghela napas yang sangat panjang.
"Jinno.apa kamu sudah bangun??"ujar Yuri dari luar pintu. Cklek. "Lagi-lagi tidak mengunci pintu.."gerutunya.
"Jinnooooooooooooooooo."panggil Yuri.
"Andwe??"sahut Jaejin. "aku sedang mandi."
"Arasso..Aku bawakan sarapan untukmu."Yuri menaruh tempat makan yang dibawanya dari rumah. "Aku sudah membuatkannya dari pagi,jadi  kau harus memakannya."tambah yuri sambil menaruh makanan-makanan itu dipiring.
"Ne.."Jaejin telah selesai mandi. Dia keluar sambil menggosok-gosok rambutnya yang basah.
"Minan dan Hyunnie mana?"tanya Yuri.
"Mereka ada acara basket hari ini..Andwe?"
"Anniyoo.Hanya mau menyapa saja."sahut yuri. "kamu makanlah.."
"Kamu sdah makan?"
"Ne..tadi sudah kenyang menyicipi masakan sepanjang pagi.kekeke.."ujar Yuri.
"dasar..kerjaanmu makan terus."ledek Jaejin.
"hey han yuri."ujar jaejin.
"mwo?"
"Hari ini kita kencan yuk."ajak jaejin. Senyum mengembang diwajah yuri. "tapi.."
"mwo?Ada tapinya?"tanya Yuri
"Aku mengerjakan tugasku untuk besok dulu.Kau tidur saja dikamarku.Kelihatannya kau sangat mengantuk."ujar Jaejin
"Ne..aku tunggu kamu sampai selesai makan yah."sahut Yuri tersenyum manis.
Tidak lama kemudian,Yuri tertidur disofa setelah menonton tv. Sedangkan Jaejin,sedang mempersiapkan handycamnya dan merekam sesuatu.

"hoaaaaaaaaam.."Yuri menguap lebar. Ditariknya kedua tangannya keatas untuk merenggangkan otot. Dilihatnya jaejin sedang menyimpan sesuatu dilacinya.
"Yeobo..Jadi tidak kita kencan??"tanya Yuri.
"Ne..sebentar aku ganti baju yah."ujar Jaejin.
Yuri mendekat kearah gantungan bergambar matahari.
"Jangan.."ujar Jaejin, namun terlambat.Yuri sudah menariknya dan sebuah kertas bertuliskan "saranghae" terbuka.
Yuri langsung memeluk Jaejin yang tengah memerah.
"Gomawo Jinno.Saranghae.."
"Ne..Harusnya aku yang bilang seperti itu.."sahut Jaejin.
"Aniyoo..kamu baik sekali."timpal Yuri. "Yasudah sana ganti baju.Sebelum saljunya turun."
Jaejin segera mengganti pakaiannya dan merekapun meluncur pergi.
"Jinnoo..mengapa kamu mengajakku kesini?"tanya Yuri.
"Aku hanya ingin melihat taman ini saat musim salju."ujar jaejin. yuri pun tersenyum.
"walaupun tidak ada bunga matahari, taman ini tetap indah."seru Yuri.
"ne..kau benar."sahut jaejin.
Jaejin mengambil handycamnya dan merekam tingkah yuri.Tak dilepaskan pandangannya pada Yuri.
"Hey Jinno,lihat ! Ada 1 bunga matahari yang tumbuh disana.."ujar yuri menunjuk sebuah bunga mtahari kecil. Yuripun memetik bunga mtahari itu. Jaejin tenggelam dalam lamunannya tentang Yuri. Dilihatnya jam berkali-kali.
"Wae..Mana Yuri?"batin Jaejin ketika sudah tersadar Yuri menghilang dari pandangannya.
"Hey kau mau kemana?"tanya Yuri yang sedang asik duduk  bersama mataharinya.
"Aniyoo.kukira kamu hilang."jawab Jaejin.
"Kamu begitu takut kehilanganku kah?"tanya Yuri.Jaejin mendekat dan langsung memeluk Yuri.
"Ne..Aku sangat takut."jawab Jaejin.Yuri tenggelam dalam pelukan Jaejin.

Beberapa saat kemudian..
"sudah jam 5, sebentar lagi waktunya"  batin jaejin.
"Hey Jinnoo-ah..mengapa kamu tidak makan makananmu?"tanya Yuri.
"Aniyyo.aku sedang berfikir."
"Jangan keseringan melamun seperti itu aah."ujar Yuri. "Cepat habiskan makananmu dan kita pulang."
"Ne..arasso."
Sore itu salju mulai turun, Jaejin dan Yuri berjalan ditrotoar.Jaejin tetap melamun.
"Hey Jinno, aku ketinggalan bunga matahariku ditempat tadi.Sebentar aku kesana..Kau tunggu saja."ujar Yuri berlari , namun Jaejin mengejarnya.
Tiba-tiba ada mobil melaju kencang dan rem tidak terkendali. Jaejin berlari secepat mungkin dan mendorong tubuh Yuri ketrotoar sehingga.
"JAEJIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNN.."jerit Yuri ketika melihat tubuh jaejin terpental jauh. Lalu Yuri mendekati Jaejin yang sudah tidak sadarkan diri lagi. banyak darah yang keluar dari tubuhnya.

******

"Yuri..kami turut berduka cita."ucap minhwan lirih. "aku tak menduga jaejin meninggalkan kita secepat ini."
"Ne..gomawo."jawab yuri lirih.
"Yuri,kami menemukan ini dilaci.Ada tulisan namamu disana,mungkin jaejin meninggalkan pesan untukmu."ujar seunghyun, memberikan sebuah CD rekaman Jaejin.
Dengan cepat Yuri menyambarnya dan memainkannya di dvd.

"aku tidak tahu harus mulai darimana.."ujar jaejin dalam rekaman.
"aku sadar,mungkin inilah waktuku untukku pergi.mianhae Yuri,aku tak pernah menjadi seorang pria yang selalu membahagiakanmu.mianhae atas keegoisanku selama ini yang sering membuat kita bertengkar..jeongmal mianhae.."tambah jaejin.
"untuk minan dan hyunnie. tolong jaga yuri yah. sebab dia sangat ceroboh dalam segala hal.mianhae aku tak bisa menjaganya sehingga merepotkan kalian."jaejin menghapus airmatanya.
"yuri, hidup baik-baiklah tanpaku.tapi jangan pernah melupakanku. aku selalu mencintaimu.."
jaejin memainkan gitarnya dan menyanyikan sebuah lagu untuk yuri.

I didn't know then
Because I didn't know how to love
Because I didn't know how to hold you warmly
That a soft heartWould collapse and fall,
I didn't know
And without thinking, I turned away from you..
I didn't know then
Because I didn't know how to love
I came to leave you alone..

FT ISLAND : Bcause i dont know how to love
++ end ++